Iklan

MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W

 

Gambar Ilustrasi

SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W.

Perintis peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. adalah Raja Mudhofar Abu Sa’id Al-Kaqburi bin Zaenudin ‘Ali bin Buktikin. Beliau adalah seorang raja yang saleh dan bermazhab ahlusunnah, terkenal sangat pemurah dan baik hati. Beliau merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W pada bulan Robiul Awal dengan pertanyaan yang meriah.

Memperingati Maulid Nabi sangat lekat dan seakan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan warga NU. Dengan hati gembira warga NU mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Dengan adanya maulid nabi ini, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

Hal lain yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad saw. Bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu seharusnya dapat diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikkan akhlak mulia dari nabi. Saat membacakan pujian-pujian dan sholawat pun ditujukan untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad saw, untuk meneladani akhlak nabi yang begitu agung serta mengharap syafaat Nabi Muhammad saw.

Acara peringatan ini biasa juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti sekaten (Syahadatain), membaca kitab al barjanzi, ad-diba’i, simtut thudhuror, syariful anam didiringi dengan alat musik rebana, pentas seni Islami, lomba-lomba, dan puncaknya ialah mauidzah hasanah dari kiai/mubaligh kondang. Bagi sebagian kalangan, acara ini tidak jarang dirayakan dengan menggelar berbagai seminar, istighotsah dan bakti sosial.

Semua kegiatan yang dilakukan dalam peringatan maulid nabi tersebut dimaksudkan sebaga bukti rasa cinta kepada nabi Muhammad S.A.W yang telah menyampaikan petunjuk kebenaran, sekaligus juga sebagai syiar agama.

PENGERTIAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W

Tahukah kalian bahwa Allah Swt telah mengabarkan kepada para Nabi-Nabi bahwa akan ada seorang Nabi yang menjadi penutup para Nabi yang menjadi rahmat seluruh alam yaitu Nabi Muhammad S.A.W. Bahkan Allah Swt selalu bershalawat kepadanya.

Nabi Muhammad saw merupakan sosok yang berkahlak mulia, menjadi suri tauladan bagi seluruh manusia dan dinantikan syafaatnya bagi umat seluruh alam. Sebagai pengikut, seseorang berkewajiban untuk meyakini keberadaanya, mencintainya dan menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan. Adapun cara untuk menunjukkan bahwa manusia mencintai dan menjadikan Nabi Muhammad saw suri tauladan dapat dilakukan dengan cara memperingati maulid serta melantunkan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad S.A.W.

Kata maulid, dalam bahasa Arab maulid berarti waktu kelahiran/ tempat kelahiran. Secara istilah maulid nabi adalah hari saat Nabi Muhammad saw dilahirkan. Oleh karena itu Peringatan Maulid Nabi dapat diartikan kegiatan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Terdapat beberapa istilah terutama di masyarakat jawa dalam menyebutkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw diantaranya: muludan dan sekaten (syahadatain) Meraih Kemuliaan dengan memperingati dan mencontoh kehidupan Rasulullah SAW

HIKMAH MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W.

Manusia sebagai pengikut yang mengaku beriman dan mencitai Nabi Muhammad saw harus berusaha mengambil hikmah dari Nabi Muhammad S.A.W tanpa meragukannya. Tentunya hal ini dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di alam semesta ini.

   1.  Adapun hikmah dari memperingati maulid Nabi Muhammad saw adalah :
   2.  Mengenal figur teladan bagi seluruh umat.
   3.  Meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad S.A.W.
   4.  Menguatkan tali persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama umat Islam.
   5.  Meningkatkan semangat keagamaan dan ketakwaaan.
   6.  Menggugah semangat berjuang menegakkan agama Islam.
   7.  Terciptanya media kreativitas dalam hal keilmuan dan keterampilan.
   8.  Terlaksananya syiar Islam.

Mendapatkan pahala karena melakukan perbuatan yang dianjurkan agama; seperti membaca shalawat, gotong royong, belajar keislaman, bersedekah dan lainnya.

Dari hal tersebut di atas, sebagai umat Islam hendaklah kita bergembira dengan adanya rahmat Allah. Nabi Muhammad S.A.W diturunkan dibumi tidak lain adalah rahmat Allah atau anugerah Allah SWT yang terbesar bagi manusia.

Posting Komentar

0 Komentar